Kamis, 31 Desember 2015

CATATAN PERJALANAN RAJA AMPAT 2015 (Part 1)




"Jantung berdebar, takjub dan merasa tak percaya akhirnya bisa sampai di Kepulauan Raja Ampat. Rasa itu yang aku maknai ketika bergabung dengan 24 pejalan lainnya dari seluruh Indonesia untuk menikmati kawasan tersebut." 
--- Puput Julianti Damanik,Wartawan Sumut Post ---



Berenang dengan Hiu, Tidur Dijaga Penyu

Sekitar 30 menit speed boat carteran (bukan public boat) yang kami gunakan meninggalkan Pelabuhan Usaha Mina (Sorong), tiba-tiba belasan lumba-lumba melompat bebas tak jauh di samping speed boat yang kami naiki Semacam menyambut kedatangan kami.

"Ini masih awal", ujar Amir, boatman di speedboat yang kami tumpangi.
Speed boatpun terus melaju memecahkan ombak yang menghadang. Ternyata, tempat yang dituju yaitu kepulauan Raja Ampat masih jauh.

Rasa penasaran menghancurkan lelah 24 pejalan yang telah melakukan perjalanan  jauh dari kotanya masing-masing hingga akhirnya bertemu di Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong, Mei lalu. Ada yang dari Medan, Banjarmasin, Jakarta, Bali dan daerah lainnya di Indonesia, bersatu dalam misi 'Jelajah Indonesiaku'.

Peserta Trip Jelajah Indonesiaku

Alangkah baiknya apabila aku memperkenalkan 24 pejalan yang melakukan misi “Jelajah Indonesiaku”, diantaranya adalah :
1.       Puput Julianti Damanik yaitu aku dari Medan;
2.       Lastri dari Tangerang;
3.       Heny Farida dari Banjarmasin;
4.       Becky dari Bogor;
5.       Fransiska Saragih dari Balikpapan;
6.       Sondang F Wina dari Bekasi;
7.       Angelia Noviana beserta suaminya yaitu Efriza dari Kalimantan;
8.       Ishak beserta istrinya yaitu Nurjannah dari Banjarmasin;
9.       Vikky Elsa dari Bali;
10.   Trianasaputri dari Bali;
11.   Willy Murdani dari Manokwari;
12.   Anita Nainggolan dari Jakarta;
13.   Andi dari Jakarta;
14.   Anastasia beserta adiknya yaitu Alvin dari Jakarta;
15.   Ivan Ramdhani dari Jakarta;
16.   Asep Saepudin dari Jakarta;
17.   Rehold Togu Sihotang dari Jakarta;
18.   Maryo Oscar dari Jakarta;
19.   Santy dari Jakarta;
20.   Daniel Ompusunggu dari Pematangsiantar;
21.   Bonando Siregar dari Pematangsiantar.

Tujuan kami di hari pertama adalah Mess Conservation International (CI). Waktu yang dibutuhkan dari Pelabuhan Usaha Mina, Sorong sekitar 5 jam. Untuk memecahkan kebosanan, akhirnya pemandu perjalanan kami yaitu Bonando Siregar memutuskan untuk mengajak snorkeling di Friwen Bonda.
 
"Nama lokasi ini adalah Friwen Bonda dan menjadi spot snorkeling pertama hari ini sebelum tiba di Mess Conservation International (CI). Perlu saya sampaikan, kita datang kesini untuk berlibur, jadi silahkan dinikmati keindahan bawah lautnya yang super kece ini dan jangan ada perasaan takut akan hiu atau sejenisnya karena itu akan merusak mood liburan kalian, satu hal yang pasti adalah teman-teman dalam pengawasan tim dari Jelajah Indonesiaku" ujar pria kelahiran Sumatera Utara (Sumut) itu.

Ikan Badut (Nemo) di Friwen Bonda
Friwen Bonda, menjadi keajaiban kedua. Setelah menggunakan perlengkapan snorkeling dan rasa penasaran yang menggebu-gebu akan keindahan bawah lautnya, akhirnya kami semua  langsung melompat dari atas speedboat ke laut dan setelah berada di air yang muncul dalam pikiran adalah decak kagum akan keindahan bawah laut kepulauan Raja Ampat.

Tak ada satu pun sisi yang lepas dari pandangan. Aneka ragam bentuk dan warna terumbu karang, soft coral dan ikan-ikan kecil menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan atau sering disebut scholling fish, seperti memanggil-manggil untuk menari bersama. Ada ikan nemo dengan warnanya yang cerah dan beranekaragam nudibranch (siput laut) dan pigmy seahorse yaitu kuda laut mungil yang pintar berkamuplase dan keindahan lainnya yang tidak bisa diungkapkan dan hanya bisa disimpan di memori otak.

Satu jam waktu berlalu di Friwen Bonda. Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Mess CI. Sebelum sampai di Mess, rombongan menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat di Kampung Sarpele dan menyerahkan ratusan buku bacaan yang telah kami bawa dari kota masing-masing. Kebahagiaan terlihat dari wajah anak-anak di sini, bahkan tanpa segan mereka menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi.

"Kami senang kaka datang kasih buku, di sini gurunya hanya ada satu. Kami butuh ibu guru," ujar seorang anak di Kampung Sarpele, Senda Moal.

Sekitar setengah jam menghabiskan waktu bersama anak-anak Sarpele, rombongan pun berpamitan dan meneruskan perjalanan menuju Mess CI. Ada aturan tak tertulis di daerah ini yaitu seluruh pengunjung yang masuk ke wilayah Wayag diwajibkan untuk melapor ke kepala adat Desa Sarpele dan memberi donasi sejumlah tertentu yang sudah disepakati.

Kami memutuskan untuk bermalam di Mess CI dengan pertimbangan yaitu lokasi ini lebih dekat dari Wayag (sekitar 20 menit perjalanan laut) dan membuat kami lebih lama menikmati pesona Wayag yang sudah sangat tersohor itu.


Belum terlalu petang, sekitar pukul 16.00 WIT rombongan akhirnya tiba di Mess CI. Mess CI bukanlah penginapan komersial, mess ini merupakan tempat inap para pekerja yang bertugas mengawasi kepulauan Raja Ampat, jadi fasilitas yang tersedia hanya kamar tidur, kamar mandi dan dapur, itu juga dengan fasilitas seadanya. Para petugas CI menyambut baik kehadiran kami, karena biasanya mereka sangat senang apabila ada tamu yang datang ataupun menumpang tidur di lokasi mereka.

Pemandangan tidak biasa kembali kami saksikan lagi. Kali ini, rombongan hiu yang hidup bebas di sekitaran pulau tempat kami menginap seakan menyambut kedatangan kami.

Bermain dengan kawanan hiu
Sebelumnya, tidak ada yang memberi tahu bila di pulau ini banyak hiu yang berenang bebas sampai ke tepi pantai. Setelah turun dari speedboat, seluruh pejalan (peserta trip) pun berdecak kagum. Semua sibuk mengambil kamera dan memberanikan diri berenang bersama hiu setelah sebelumnya petugas konservasi (CI) menyatakan aman. "Aku juga mau menyelam sama hiu," girang beberapa pejalan. Namun tetap saja rasa takut dan khawatir tetap ada dalam diri, mengingat hiu – hiu tersebut hidup liar dan masih memiliki insting memburu, tapi kekhawatiran tersebut berangsur – angsur memudar dan yang ada adalah hiu – hiu tersebut menghindar ketika kami berenang mendekati mereka. Kami terlena dengan pesona penghuni – penghuni bawah laut kepulauan Raja Ampat, hingga tanpa sadar matahari sudah kembali ke peraduannya dan kami harus segera mengakhiri kenikmatan alam ini.

Cleopatra style

Yoga style - sunset
Malam segera tiba, semua pejalan masuk ke kamar yang nantinya menjadi tempat kami merebahkan tubuh untuk melepas penat. Setelahnya, kami membilas tubuh kami yang sedari tadi bercampur dengan keringat dan air laut dengan air payau, karena di pulau ini tidak tersedia air segar (air tawar) sebagaimana yang kita nikmati di rumah kita.

Kamipun bersiap menikmati makan malam yang telah dimasak oleh penjaga. Segala perbekalan (logistik) makanan sudah dipersiapkan oleh tim Jelajah Indonesiaku dan dibawah langsung dari kota terdekat yaitu kota Sorong. Menu makan malam hari ini adalah Ikan teri medan, telur dan indomie, makanan sederhana semakin terasa nikmat dikarenakan seluruh pejalan bercengkeramah dan bercanda satu sama lain, suasanapun menjadi riuh ditengah pulau yang akupun tidak tahu dimana lokasi persisnya.

Setelah makan malam selesai, Bang Bonando Siregar selaku Tour leader dari tim Jelajah Indonesiaku melakukan review mengenai perjalanan hari ini dan menginformasikan perjalanan yang akan dilakukan keesokan harinya. Dan diakhir pembicaraannya dia berpesan “Teman – teman harus jaga MOODnya, kita datang kesini untuk berlibur dan silahkan nikmati perjalananmu dan indahnya alam Raja Ampat ini, terakhir tetap jaga kesehatan masing – masing.”

Meski malam, kondisi di Raja Ampat lumayan panas dan gerah, hingga beberapa pejalan memutuskan untuk tidak tidur di kamar yang telah disediakan, aku dan beberapa pejalan lainnya tidur beralas sleeping bag di atas dermaga. Ternyata tidur di dermaga lebih nikmat dari tidur di hotel bintang lima. Langit dihiasi jutaan bintang dan dibawahnya suara desiran air yang sesekali menghantam lembut tiang-tiang dermaga. Ikan-ikan kecil termasuk hiu mondar-mandir di bawahnya.

Sekitar pukul 03.00 WIT, giliran penyu-penyu yang keluar. Sayangnya karena tidur terlalu lelap, kami tidak ikut menyaksikannya. "Sekitar jam 3 pagi, banyak penyu yang naik ke daratan dan naik ke dermaga. Banyak yang mendekati kaka - kaka tidur, tapi kami tidak berani membangunkan karena kelihatannya terlalu lelah dan tidurnya nyenyak sekali. Kami mengangkat satu per satu penyu yang mulai mendekat," ujar ABK Speedboat, Amir.

"Yah, kok gak dibanguni!" balas kami kecewa. 


Oleh :  Puput Julianti Damanik
Tulisan ini sudah dipublikasikan di koran Sumut Post.

Share:

Selasa, 01 Desember 2015

Info Nomor Telepon Darurat di Lombok

Bagi traveler yang akan mengunjungi Lombok, mengetahui nomor telepon penting / darurat berikut tentunya akan sangat bermanfaat. 


  • Polisi

1. Polda NTB
Jl. Gajah Mada No.7 Ampenan, Mataram
Telp. (0370) 693110

2. Polsek Senggigi
Jl. Raya Senggigi Km 1 Senggigi
Telp. (0370) 632733


  • Kantor Pos

3. Kantor Pos
Telp. (0370) 632645


  • Rumah Sakit 

4. Rumah Sakit Umum Daerah
Jl. Pejanggik No. 6 Mataram (24 Jam UGD)
Telp. (0370) 638464

Emergency Ambulans  118

5. Rumah Sakit Harapan Keluarga
Jl. Ahmad Yani Mataram  (24 Jam UGD)
Telp. (0370) 673666


  • Transportasi

6. Rental Motor Lombok
Jl. Swadaya Mataram
Telp. 0878-6493-5848

7. Blue Bird Taxi (0370) 627000
    Express Taxi (0370) 635968

8. Damri (melayani rute Bandara - Mataram dan Bandara Senggigi hingga penerbangan terakhir)
Telp. (0370) 671240

9. Bus Langsung Indah 
(Rute : Mataram ke Bima, Sumbawa)
(Rute : Mataram ke Labuan Bajo, Flores)
Pool Terminal Mandalika
  • Bank

10. Bank Mandiri Cabang Mataram Cakranegara
Jl. Pejanggik Mataram


Semoga Bermanfaat!

Share:

Minggu, 16 Agustus 2015

Ajakan Ngetrip ke Raja Ampat Tahun 2016


Setiap tahun kami melakukan perjalanan ke Raja Ampat bagian Selatan yaitu Misool dan Raja Ampat bagian Utara. Perjalanan tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 minggu dan merupakan perjalanan yang tak akan terlupakan. 

Dan kali ini kami berencana melakukan perjalanan kembali ke Raja Ampat pada bulan Mei 2016. Adapun jadwal perjalanannya adalah :
Berikut ini foto - foto perjalanan dan juga lokasi - lokasi yang akan dikunjungi tahun 2016. 
Share:

Minggu, 02 Agustus 2015

AJAKAN NGETRIP KE RAJA AMPAT - OKTOBER 2015

Mereka memutuskan Honeymoon di Raja Ampat - Foto Pasca Wedding

Pada bulan Mei 2015 yang lalu kami telah selesai melakukan perjalanan ke Raja Ampat bagian Utara dan Selatan selama 10 hari. Perjalanan yang kami lakukan berjalanan sangat lancar. Dan harus kami akui dari beberapa destinasi wisata yang telah kami kunjungi, Raja Ampat merupakan destinasi terkece. Raja Ampat memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah dan yang paling luar biasa lagi adalah bawah lautnya (underwater). Mungkin terkesan sedikit lebay (berlebihan), namun faktanya memang demikian.

Pada bukan Mei 2015 yang lalu kami melakukan perjalanan ke Raja Ampat bagian Utara dan Raja Ampat bagian Selatan. Perjalanan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan merupakan perjalanan yang tak akan terlupakan. 

Dan di tahun 2015 ini, kami akan melakukan perjalanan kembali ke Raja Ampat pada bulan Oktober 2015. Adapun jadwal perjalanannya adalah :
  • Destinasi utama Wayag (Raja Ampat bagian Utara)    : 10 s.d. 13 Oktober 2015
  • Destinasi Utama Misool (Raja Ampat bagian Selatan)  : 14 s.d. 18 Oktober 2015

Total waktu selama perjalanan berlangsung yaitu 9 hari. Sekedar informasi pada tanggal 14 Oktober merupakan hari libur nasional, jadi kamu cukup mengajukan cuti 2 hari apabila hanya mengikuti Trip Raja Ampat bagian Utara dan mengajukan cuit 4 hari apabila mengikuti Trip Raja Ampat bagian Utara & Selatan. 

Untuk biaya perjalanan Trip Raja Ampat yaitu :

  • Wayag (Trip Raja Ampat bagian Utara)    : Rp 5.600.000/ PAX
  • Misool (Trip Raja Ampat bagian Selatan)  : Rp 5.950.000/ PAX
  •  Nb : exclude Tiket pesawat 



Mungkin ada pertanyaan, bisakah saya hanya mengikuti salah satu perjalanan saja? Misalnya hanya mengikuti trip ke Misool (Raja Ampat bagian Selatan), tetapi tidak join ke Wayag. Jawabannya : BISA!!!



Terkait itinerary (rencana perjalanan) akan saya kirim melalui email. :) 



Apabila tertarik atau berminat untuk bergabung ataupun sekedar bertanya, bisa menghubungi kami di :



Call/ SMS/ WA : 087864935848

PIN BB : D0FD62E0

email : jelajahindonesiaku@gmail.com

Atas nama Bonando Siregar.



Berikut ini foto - foto perjalanan di bulan Mei yang lalu dan juga lokasi - lokasi yang akan dikunjungi bulan Oktober 2015. Cekibrotttt..... :D



 



















------- Mari Jelajah Indonesia Kita -------



Share:

Jumat, 31 Juli 2015

Jelajah Indonesiaku – Rencana Perjalanan ke Kepulauan Derawan (Borneo - Kalimantan Timur)


Waktu perjalanan          :
12 Mei 2012 s.d. 20 Mei 2012
Sasaran penjelajahan  :
        Kepulau Derawan diantaranya yaitu :
            Daerah Biduk-Biduk diantaranya yaitu:
Rencana perjalanan     :
12 Mei 2012  : Kita kumpul di Tanjung Redeb (Berau)
13 Mei 2012  : Berangkat menuju Biduk-Biduk
14 Mei 2012  : Jelajah Danau Labuan Cermin
15 Mei 2012  : Jelajah Air Terjun Soom & Kembali ke Tanjung Redeb
16 Mei 2012  : Berangkat menuju Pulau Derawan
17 Mei 2012  : Jelajah Kakaban dan Sanglaki
18 Mei 2012  : Jelajah Pulau Maratua
19 Mei 2012  : Menikmati Pulau Derawan dan kembali ke Tj. Redeb
20 Mei 2012  : Kembali ke tempat masing-masing J (Surabaya/ Jakarta)
Perkiraan Pengeluaran selama 9 hari               :
Rp 3.000.000 s.d. Rp 3.500.000 (All in) ^_^


Informasi Perjalanan
Teman-teman mungkin belum semuanya mengetahui infomasi mengenai daerah-daerah yang akan kita jelajahi. Jujur saya juga belum pernah ke tempat-tempat tersebut dan hanya mengandalkan informasi yang ada di internet. Tetapi saya meyakini tempat-tempat yang akan kita kunjungi merupakan tempat yang sangat direkomendasikan dan menyimpan keeksotisan yang luar biasa. Hehe.. :-) Setelah berbulan-bulan mencari informasi mengenai obyek wisata yang ada di Kalimantan Timur, akhirnya saya memutuskan daerah-daerah yang akan kita kunjungi. Diantaranya adalah:
  1. Kepulauan Derawan
    Mungkin teman-teman pernah bosan melihat status di Facebookku yang selama satu minggu mengajak orang-orang untuk bergabung bersamaku ke Pulau Derawan. Perjuangan saya itu akhirnya berbuah hasil juga, ada tiga orang temanku yang mau ikut bergabung dan banyak juga teman yang ingin ikut tapi masih ragu-ragu. Mungkin karena pertimbangan waktu perjalanan yang lumayan lama ataupun biaya perjalanan yang lumayan mahal juga. Perjalanan ke Derawan ini bisa dikategorikan sebagai perjalanan yang “Mahal”. Hal itu wajar saja karena biaya untuk kesana memang tidak sedikit, tetapi keindahan alam Kalimantan Timur mampu membayar itu semua. Yakinilah itu teman-teman… ^_^  Namun biaya yang mahal itu dapat diminimalisir, apabila jumlah pesertanya semakin banyak. Harapan saya peserta yang ikut berjumlah 6 orang, jadi saya sedang berusaha mencari dua peserta lagi.

Share:

About me

About Me

Catatan Perjalanan Keliling Indonesia dan berbagi informasi tentang obyek wisata di Indonesia.

Read More

Total Pengunjung Blog

Labels