Senin, 13 Agustus 2012

Kepulauan Derawan & Biduk-Biduk (Kalimantan Timur) - May Holiday Part 2

"May Day...May Day...May Holiday part 2"
"Yup, dulu aku hanya bisa bermimpi, bermimpi tersesat di hutan Kalimantan dan hari ini kutapakkan kakiku di tanah Borneo a.k.a. Kalimantan Timur"
Pulau Derawan, Kalimantan Timur
Saya mengusung tema "May Day...May Day...May Holiday" di bulan Mei 2012 dan catatan ini merupakan review  mengenai kisah perjalanan keduaku di bulan Mei 2012. Catatan kali ini berkisah tentang perjalananku di Tanah Borneo yaitu Kalimantan Timur. Perjalananku kali ini merupakan yang paling panjang, berkesan, seru, menemukan banyak hal baru, kolega baru, dan membutuhkan dana paling besar. haha.. :-D

Kalimantan...Kalimantan...dan Kalimantan, yang terlintas dipikiranku adalah hutan, hijau, sungai, suku dayak, tambang, dan hewan liar. Secara umum, demikianlah gambaran mengenai Kalimantan. Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu keindahan alamnya (bawah laut, sungai, hutan). Benar saja, di Kalimantan Timur dan lebih tepatnya di Berau terdapat surga dunia yang sedang naik daun yaitu Kepulauan Derawan dan Labuhan Cermin (Biduk-Biduk). Ketertarikanku terhadap tempat ini adalah karena akan ada sesuatu yang baru kutemukan disana dan aku meyakini hal tersebut.

Perjalanan kali ini kulakukan bersama dua orang sahabatku yang merupakan teman kuliah dulu, mereka adalah Sapril Wanto Manik dan Anri Noverman Sinaga. Rencana awalnya ada lima orang yang akan ikut, namun karena sesuatu dan lain hal maka yang jadi ikut hanya tiga orang saja. Perjalanan ini sudah kurencanakan jauh hari dan telah kukerahkan segala cara maupun upaya untuk mengajak orang lain bergabung melakukan petualangan ini, karena semakin banyak yang ikut makan semakin minim biaya yang akan dikeluarkan. Informasi mengenai rencana perjalanannya telah kuposting juga di blogku yaitu di Rencana Perjalanan ke Kepulauan Derawan (Tanah Borneo).

Berikut ini review mengenai perjalananku ke Kalimantan Timur, Cekidot....

Sabtu, 12 Mei 2012
Pagi-pagi buta, saya sudah "nongkrong" di bandara Internasional Ngurah Rai dan alasannya cuma satu yaitu  karena saya mendapat jadwal penerbangan paling pagi. Hari ini saya akan ke Berau (Kalimantan Timur), tetapi karena tidak ada penerbangan langsung dari bali ke Berau makan sayapun harus ke Surabaya terlebih dahulu. Perjalanan dari Bali ke Surabaya kulakukan dengan maskapai penerbangan murah meriah yaitu Air Asia, kemudian dari Surabaya ke Berau (Kalimantan Timur) menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Pukul 07.35 WITA pesawat yang kutumpangi terbang menuju Surabaya dan tiba pukul 07.55 WIB, butuh waktu sekitar 75 menit dari Bali ke Surabaya. Penerbangan selanjutnya sekitar pukul 15.15 WIB dan saya masih punya waktu sekitar tujuh jam lagi. Maksud hati mengunjungi teman-teman yang ada di Surabaya, tetapi karena sesuatu hal maka niatan tersebut urung kulakukan. Akhirnya selama tujuh jam di Bandara Internasional Djuanda menunggu penerbangan selanjutnya. 

Jumat kemarin, dua orang temanku telah tiba di Surabaya dan hari ini kami akan bertemu di bandara Internasional Djuanda. Menanti selama enam jam merupakan hal yang cukup membosankan dan untuk mengurangi rasa bosan, kubaca buku sambil menunggu hpku tercharger penuh (faktanya : HPku kucharger selama 6 jam tapi gak penuh juga, semua ini karena charger abal2 yang kugunakan. argh...) 

Akhirnya sekitar pukul setengah dua siang, sayapun bertemu kembali dengan kedua sahabatku. Kulihat si Sapril yang badannya semakin besar seperti badan seorang debt colector dan kuliat disebelahnya ada si Anri, masih seperti yang dulu masih selalu hitam maksudku. haha..#dikejar2 pake golok :-D Senang rasanya bertemu kembali sahabat-sahabat lawas. 

Sekitar pukul lima sore kami dipersilahkan masuk ke dalam pesawat, perjalananpun akan segera dimulai. Pesawat yang kami tumpangipun tidak langsung menuju Berau, tetapi singgah dulu di Balikpapan. Kami tiba sekitar pukul 20.30 WITA di Bandar Udara Kalimarau (Berau, Kalimantan Timur) dan temanku (Ronald Lambok Gultom) sudah menunggu kehadiran kami di lokasi kedatangan penumpang. Tidak akan kulupakan momen pertamaku menapakkan kaki di Tanah Borneo, sungguh hal baru yang tidak akan pernah kulupakan. #terasa Leb@y, tapi emang beneran dah.. :-)
Bandar Udara Kalimarau, Berau (KalTim)
Menapak di Tanah Borneo - Kalimantan Timur
Kamipun dipertemukan kembali dengan Ronald di Berau, sudah hampir setahun tidak bertemu dengannya. Setelah mengambil barang-barang, kami melanjutkan perjalanan ke kosan si Ronald menggunakan mobil pick up miliknya. (Saya salut dengan temanku yang satu ini, naluri bisnisnya emang sudah kelihatan ketika kuliah dan sekarang dia sudah memiliki pickup untuk tujuan bisnisnya. "Angkat topi buatmu bro" ) Sebelum ke kosan, kami terlebih dulu makan di pinggiran kali dan ditraktir ama si Ronald. "Tengkyu brader" hehe...

Minggu, 13 Mei 2012
Bangun pagi dan langsung membeli logistik buat persiapan selama di Pulau Derawan, karena dengar-dengar biaya hidup di pulau Derawan sangat tinggi. Untuk memaksimalkan dana yang dimiliki, maka kami harus berbelanja di Berau. Perlu saya sampaikan harga barang di Berau (Kalimantan Timur) relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga di Pulau Jawa, harganya bisa 2 kali lipat harga normal di Pulau Jawa.

Agenda perjalanan hari ini adalah :
  • Berau ke Tanjung Batu;
  • Tanjung Batu ke Pulau Derawan;
  • Eksplor sekitar Pulau Derawan.
Jalanan beraspal - Berau ke Tanjung Batu

Pukul 10.30 WITA, kami berangkat menuju Tanjung Batu menggunakan travel (mobil Avanza). Sepanjang perjalanan kami disuguhi bermacam-macam pemandangan, seperti misalnya sungai coklat yang cukup lebar tetapi tidak selebar sungai musi, kapal-kapal yang membawa berton-ton batu bara, pepohonan yang lebat dan juga sisa pohon bekas penebangan (ckckck...). Selama tiga jam perjalanan, kami dihadapkan dengan jalanan yang berkelok-kelok, bergelombang dan berlubang. Dibeberapa titik masih terdapat jalanan yang berlubang dan rusak parah, namun secara garis umum jalanan dari Berau ke Tanjung batu sudah diaspal dan kuberi nilai 7 dari skala 10.


Sedikit gambaran - Beraspal, berkelok, bergelombang dan rusak
Pukul 13.40 WITA, kami tiba di Tanjung batu dan langsung diantarkan ke lokasi penyeberangan menuju pulau Derawan. Jangan khawatir tidak mendapat transportasi penyeberangan ke pulau Derawan, karena di dermaga Tanjung batu sudah banyak speed boat yang siap mengantarkan kita ke pulau Derawan dengan tarif Rp 50.000 per orang dan apabila berniat mencharter perahu harganya Rp 300.000 sekali jalan. Saranku tidak usaha menyewa speed boat walaupun Anda hanya seorang diri, sebaiknya menunggu calon penumpang lainnya. Jadi tarif yang diberikan sebesar Rp 50.000 per penumpang.


Anri di Dermaga penyeberangan menuju Pulau Derawan
Sekitar 45 menit waktu yang kami lewatkan dari Tanjung batu ke pulau Derawan menggunakan speed boat. Speed boat yang kami tumpangi tidak berlabuh di dermaga, melainkan berlabuh di penginapan Lestari 1. Rencana awal adalah kami akan mendirikan tenda di pulau Derawan, tetapi setelah mengetahui harga sewa kamar di penginapan Lestari 1 lumayan murah akhirnya kami putuskan menyewa kamar di Lestari 1. Penginapan ini seperti rumah panggung dan berada di atas laut, harga sewanya Rp 150.000 permalam, pake AC dan sudah tersedia 3 ranjang.
Penginapan Lestari 1


Bersambung......

Share:

Kamis, 09 Agustus 2012

Jangan Lewatkan Keindahan Pulau Kenawa (NTB)



"Hei.. kamu tahu Pulau Kenawa?"
"Tahu dong,,, yang di Nusa Tenggara Timur itu kan?"
"Bukan sob, ini mah beda."
"Loh.. masa sich, ga mungkinlah gue salah, jangan2 kamu yang salah info. ayo ngaku lu !!!!"
"haha... kagak bro. beneran kok, ini teman gue mau cerita mengenai Pulau Kenawa. kita dengar aja review perjalanan dia yak.." :-)
"oiya satu lagi, yang kamu bilang di Nusa Tenggara Timur itu adalah Pulau Kanawa, kalau ini mah Pulau Kenawa." ^_^
"Sok... bang Regar dimulai ceritanya..." :-P

Yups.. benar, belum banyak yang tahu mengenai Pulau Kenawa ini. Bahkan kerap kali tidak masuk daftar rencana perjalanan, ketika ada yang berencana traveling ke Pulau Sumbawa. Saya juga baru tahu mengenai pulau kecil ini di pertengahan tahun 2012 lalu, itu juga karena baca buku informasi pariwisata NTB yang diberikan secara cuma-cuma kepada pengunjung acara NTB Expo 2012. Langsung saja naluri ingin menjelajahpun bergejolak, hingga akhirnya kuputuskan untuk ke Pulau Kenawa seperti yang kupost di blog Jelajah Indonesiaku. Rencana awalnya adalah perjalanan ini akan kulakukan ala solo traveler, namun mengingat perekonomian sedang "ngos2an" akhirnya perjalanan ini kulakukan bersama tiga orang temanku yaitu mas Edi, Satya dan mbak bro Leli. :-P

Para Pejalan : Mbak bro Leli, mas Edi, Satya (k. mata), & A.K.U.

Secara geografis, Pulau Kenawa ini merupakan bagian dari Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) dan lebih tepatnya terletak di Sumbawa Barat. Pulau ini adalah pulau kosong alias tidak berpenghuni dan juga ditumbuhi ilalang serta rumput-rumput hijau. Pulau ini sangatlah mudah dikenali, karena terdapat satu bukit di pulau tersebut. Tidak butuh waktu sejam untuk menaklukkan bukit tersebut dan menapakkan kaki di puncak tertingginya. Pulau ini juga memiliki pantai berpasir putih dan juga warna laut yang mampu menyegarkan penglihatan. Selain itu, menurut informasi yang saya peroleh lewat google dikatakan bahwa Pulau Kenawa memiliki keindahan bawah laut yang sangat mempesona. Hal tersebutlah yang membuat saya berpengharapan terlalu tinggi terhadap keindahan karang di Pulau Kenawa, namun faktanya tidaklah seindah yang saya bayangkan. Banyak sekali karang yang hancur dan mati, betapa mirisnya hati ini melihat rumah para sahabatku hancur. Saya kurang tahu penyebab pastinya, namun tetap berharap kepada masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli terhadap keindahan alam yang dititipkan Tuhan tersebut.
Share:

About me

About Me

Catatan Perjalanan Keliling Indonesia dan berbagi informasi tentang obyek wisata di Indonesia.

Read More

Total Pengunjung Blog

Labels