Sabtu, 20 Oktober 2012

Jelajah Indonesiaku - Rencana Perjalanan ke Taman Nasional Baluran & Kawah Ijen

Waktu perjalanan      
:  26 s.d. 28 Oktober 2012
Sasaran penjelajahan  
   Ø  Savana Bekol
   Ø  Pantai Bama

 v  Kawah Ijen

Rencana perjalanan   
:  ü  26 Oktober 2012  : kumpul di  Bali & berangkat ke TN Baluran
 ü  27 Oktober 2012  : jelajah TN Baluran & berangkat ke Ijen
 ü  28 Oktober 2012  : jelajah Kawah Ijen
Perkiraan Pengeluaran selama 3 hari
Rp 321.500,-   



Informasi Perjalanan
Kali ini aku merencanakan perjalanan ke Jawa Timur, dengan tema " Visit Jatim 2012". :-) Hal ini berawal dari ketertarikanku untuk mengunjungi sebuah tempat yang konon katanya mirip dengan suasana di Afrika, selain itu aku juga masih penasaran dengan sosok si "api biru" yang ada di Kawah IJen. Makanya aku memutuskan untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen, yang letak keduanya masih dalam wilayah Jawa Timur dan masih bisa dijangkau selama dua hari perjalanan. Dan perlu untuk diketahui, perjalanan ini akan dilakukan menggunakan sepeda motor, dengan pertimbangan biaya dan juga waktu. Berikut ini aku sampaikan informasi seputar dua wilayah yang akan kujelajahi, yaitu :
Share:

Jumat, 21 September 2012

Gua Kristal - Pesona Tersembunyi dari Kupang (NTT)


Gua Kristal a.k.a. Crystal Cave - Kupang, NTT

Gua Kristal yang dalam bahasa kerennya "Crystal Cave"
Please.. jangan membayangkan didalam gua tersebut dipenuhi kristal-kristal yang menawan dan memantulkan cahaya ketika disinari matahari. :-) Gua Kristal yang terdapat di Kupang ini adalah sebuah gua yang gelap dan di dalamnya terdapat ribuan liter air yang "terjebak". hehe.. Konon katanya penggunaan kata Kristal pada gua tersebut karena di dalam gua terdapat air yang sangat jernih dan ketika kena matahari dapat memantulkan cahaya kecil layaknya sebuah kristal. 


Gua Kristal - Kupang
Gua Kristal ini berada di daerah Bolok, sekitar 20 km dari kota Kupang. Saya berangkat menuju Gua Kristal bersama Donis dan dia tidak pernah mendengar ada Gua Kristal di Kupang. Kami tidak mengetahui dimana lokasi persisnya gua tersebut, informasi yang saya peroleh adalah Gua Kristal berada tidak jauh dari Kantor Polisi Perairan (Polair) Bolok. Dan Donis juga tidak tahu dimana letak kantor tersebut, tetapi untungnya dia tahu dimana daerah Bolok. Kamipun menuju Bolok menggunakan sepeda motor dan sekitar setengah jam kemudian kami sudah tiba di daerah Bolok. Selanjutnya kami menanyakan kepada masyarakat setempat, lokasi dari Gua Kristal dan jawaban yang kami peroleh adalah "tidak tahu". Memang benarlah, belum banyak yang mengetahui obyek wisata yang satu ini. Tetapi saya tidak kehabisan akal, kutanyakan lagi "kalau kantor Polair dimana pak?" dan syukurlah si bapak mengetahuinya.
Share:

Senin, 13 Agustus 2012

Kepulauan Derawan & Biduk-Biduk (Kalimantan Timur) - May Holiday Part 2

"May Day...May Day...May Holiday part 2"
"Yup, dulu aku hanya bisa bermimpi, bermimpi tersesat di hutan Kalimantan dan hari ini kutapakkan kakiku di tanah Borneo a.k.a. Kalimantan Timur"
Pulau Derawan, Kalimantan Timur
Saya mengusung tema "May Day...May Day...May Holiday" di bulan Mei 2012 dan catatan ini merupakan review  mengenai kisah perjalanan keduaku di bulan Mei 2012. Catatan kali ini berkisah tentang perjalananku di Tanah Borneo yaitu Kalimantan Timur. Perjalananku kali ini merupakan yang paling panjang, berkesan, seru, menemukan banyak hal baru, kolega baru, dan membutuhkan dana paling besar. haha.. :-D

Kalimantan...Kalimantan...dan Kalimantan, yang terlintas dipikiranku adalah hutan, hijau, sungai, suku dayak, tambang, dan hewan liar. Secara umum, demikianlah gambaran mengenai Kalimantan. Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu keindahan alamnya (bawah laut, sungai, hutan). Benar saja, di Kalimantan Timur dan lebih tepatnya di Berau terdapat surga dunia yang sedang naik daun yaitu Kepulauan Derawan dan Labuhan Cermin (Biduk-Biduk). Ketertarikanku terhadap tempat ini adalah karena akan ada sesuatu yang baru kutemukan disana dan aku meyakini hal tersebut.

Perjalanan kali ini kulakukan bersama dua orang sahabatku yang merupakan teman kuliah dulu, mereka adalah Sapril Wanto Manik dan Anri Noverman Sinaga. Rencana awalnya ada lima orang yang akan ikut, namun karena sesuatu dan lain hal maka yang jadi ikut hanya tiga orang saja. Perjalanan ini sudah kurencanakan jauh hari dan telah kukerahkan segala cara maupun upaya untuk mengajak orang lain bergabung melakukan petualangan ini, karena semakin banyak yang ikut makan semakin minim biaya yang akan dikeluarkan. Informasi mengenai rencana perjalanannya telah kuposting juga di blogku yaitu di Rencana Perjalanan ke Kepulauan Derawan (Tanah Borneo).

Berikut ini review mengenai perjalananku ke Kalimantan Timur, Cekidot....

Sabtu, 12 Mei 2012
Pagi-pagi buta, saya sudah "nongkrong" di bandara Internasional Ngurah Rai dan alasannya cuma satu yaitu  karena saya mendapat jadwal penerbangan paling pagi. Hari ini saya akan ke Berau (Kalimantan Timur), tetapi karena tidak ada penerbangan langsung dari bali ke Berau makan sayapun harus ke Surabaya terlebih dahulu. Perjalanan dari Bali ke Surabaya kulakukan dengan maskapai penerbangan murah meriah yaitu Air Asia, kemudian dari Surabaya ke Berau (Kalimantan Timur) menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Pukul 07.35 WITA pesawat yang kutumpangi terbang menuju Surabaya dan tiba pukul 07.55 WIB, butuh waktu sekitar 75 menit dari Bali ke Surabaya. Penerbangan selanjutnya sekitar pukul 15.15 WIB dan saya masih punya waktu sekitar tujuh jam lagi. Maksud hati mengunjungi teman-teman yang ada di Surabaya, tetapi karena sesuatu hal maka niatan tersebut urung kulakukan. Akhirnya selama tujuh jam di Bandara Internasional Djuanda menunggu penerbangan selanjutnya. 

Jumat kemarin, dua orang temanku telah tiba di Surabaya dan hari ini kami akan bertemu di bandara Internasional Djuanda. Menanti selama enam jam merupakan hal yang cukup membosankan dan untuk mengurangi rasa bosan, kubaca buku sambil menunggu hpku tercharger penuh (faktanya : HPku kucharger selama 6 jam tapi gak penuh juga, semua ini karena charger abal2 yang kugunakan. argh...) 

Akhirnya sekitar pukul setengah dua siang, sayapun bertemu kembali dengan kedua sahabatku. Kulihat si Sapril yang badannya semakin besar seperti badan seorang debt colector dan kuliat disebelahnya ada si Anri, masih seperti yang dulu masih selalu hitam maksudku. haha..#dikejar2 pake golok :-D Senang rasanya bertemu kembali sahabat-sahabat lawas. 

Sekitar pukul lima sore kami dipersilahkan masuk ke dalam pesawat, perjalananpun akan segera dimulai. Pesawat yang kami tumpangipun tidak langsung menuju Berau, tetapi singgah dulu di Balikpapan. Kami tiba sekitar pukul 20.30 WITA di Bandar Udara Kalimarau (Berau, Kalimantan Timur) dan temanku (Ronald Lambok Gultom) sudah menunggu kehadiran kami di lokasi kedatangan penumpang. Tidak akan kulupakan momen pertamaku menapakkan kaki di Tanah Borneo, sungguh hal baru yang tidak akan pernah kulupakan. #terasa Leb@y, tapi emang beneran dah.. :-)
Bandar Udara Kalimarau, Berau (KalTim)
Menapak di Tanah Borneo - Kalimantan Timur
Kamipun dipertemukan kembali dengan Ronald di Berau, sudah hampir setahun tidak bertemu dengannya. Setelah mengambil barang-barang, kami melanjutkan perjalanan ke kosan si Ronald menggunakan mobil pick up miliknya. (Saya salut dengan temanku yang satu ini, naluri bisnisnya emang sudah kelihatan ketika kuliah dan sekarang dia sudah memiliki pickup untuk tujuan bisnisnya. "Angkat topi buatmu bro" ) Sebelum ke kosan, kami terlebih dulu makan di pinggiran kali dan ditraktir ama si Ronald. "Tengkyu brader" hehe...

Minggu, 13 Mei 2012
Bangun pagi dan langsung membeli logistik buat persiapan selama di Pulau Derawan, karena dengar-dengar biaya hidup di pulau Derawan sangat tinggi. Untuk memaksimalkan dana yang dimiliki, maka kami harus berbelanja di Berau. Perlu saya sampaikan harga barang di Berau (Kalimantan Timur) relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga di Pulau Jawa, harganya bisa 2 kali lipat harga normal di Pulau Jawa.

Agenda perjalanan hari ini adalah :
  • Berau ke Tanjung Batu;
  • Tanjung Batu ke Pulau Derawan;
  • Eksplor sekitar Pulau Derawan.
Jalanan beraspal - Berau ke Tanjung Batu

Pukul 10.30 WITA, kami berangkat menuju Tanjung Batu menggunakan travel (mobil Avanza). Sepanjang perjalanan kami disuguhi bermacam-macam pemandangan, seperti misalnya sungai coklat yang cukup lebar tetapi tidak selebar sungai musi, kapal-kapal yang membawa berton-ton batu bara, pepohonan yang lebat dan juga sisa pohon bekas penebangan (ckckck...). Selama tiga jam perjalanan, kami dihadapkan dengan jalanan yang berkelok-kelok, bergelombang dan berlubang. Dibeberapa titik masih terdapat jalanan yang berlubang dan rusak parah, namun secara garis umum jalanan dari Berau ke Tanjung batu sudah diaspal dan kuberi nilai 7 dari skala 10.


Sedikit gambaran - Beraspal, berkelok, bergelombang dan rusak
Pukul 13.40 WITA, kami tiba di Tanjung batu dan langsung diantarkan ke lokasi penyeberangan menuju pulau Derawan. Jangan khawatir tidak mendapat transportasi penyeberangan ke pulau Derawan, karena di dermaga Tanjung batu sudah banyak speed boat yang siap mengantarkan kita ke pulau Derawan dengan tarif Rp 50.000 per orang dan apabila berniat mencharter perahu harganya Rp 300.000 sekali jalan. Saranku tidak usaha menyewa speed boat walaupun Anda hanya seorang diri, sebaiknya menunggu calon penumpang lainnya. Jadi tarif yang diberikan sebesar Rp 50.000 per penumpang.


Anri di Dermaga penyeberangan menuju Pulau Derawan
Sekitar 45 menit waktu yang kami lewatkan dari Tanjung batu ke pulau Derawan menggunakan speed boat. Speed boat yang kami tumpangi tidak berlabuh di dermaga, melainkan berlabuh di penginapan Lestari 1. Rencana awal adalah kami akan mendirikan tenda di pulau Derawan, tetapi setelah mengetahui harga sewa kamar di penginapan Lestari 1 lumayan murah akhirnya kami putuskan menyewa kamar di Lestari 1. Penginapan ini seperti rumah panggung dan berada di atas laut, harga sewanya Rp 150.000 permalam, pake AC dan sudah tersedia 3 ranjang.
Penginapan Lestari 1


Bersambung......

Share:

Kamis, 09 Agustus 2012

Jangan Lewatkan Keindahan Pulau Kenawa (NTB)



"Hei.. kamu tahu Pulau Kenawa?"
"Tahu dong,,, yang di Nusa Tenggara Timur itu kan?"
"Bukan sob, ini mah beda."
"Loh.. masa sich, ga mungkinlah gue salah, jangan2 kamu yang salah info. ayo ngaku lu !!!!"
"haha... kagak bro. beneran kok, ini teman gue mau cerita mengenai Pulau Kenawa. kita dengar aja review perjalanan dia yak.." :-)
"oiya satu lagi, yang kamu bilang di Nusa Tenggara Timur itu adalah Pulau Kanawa, kalau ini mah Pulau Kenawa." ^_^
"Sok... bang Regar dimulai ceritanya..." :-P

Yups.. benar, belum banyak yang tahu mengenai Pulau Kenawa ini. Bahkan kerap kali tidak masuk daftar rencana perjalanan, ketika ada yang berencana traveling ke Pulau Sumbawa. Saya juga baru tahu mengenai pulau kecil ini di pertengahan tahun 2012 lalu, itu juga karena baca buku informasi pariwisata NTB yang diberikan secara cuma-cuma kepada pengunjung acara NTB Expo 2012. Langsung saja naluri ingin menjelajahpun bergejolak, hingga akhirnya kuputuskan untuk ke Pulau Kenawa seperti yang kupost di blog Jelajah Indonesiaku. Rencana awalnya adalah perjalanan ini akan kulakukan ala solo traveler, namun mengingat perekonomian sedang "ngos2an" akhirnya perjalanan ini kulakukan bersama tiga orang temanku yaitu mas Edi, Satya dan mbak bro Leli. :-P

Para Pejalan : Mbak bro Leli, mas Edi, Satya (k. mata), & A.K.U.

Secara geografis, Pulau Kenawa ini merupakan bagian dari Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) dan lebih tepatnya terletak di Sumbawa Barat. Pulau ini adalah pulau kosong alias tidak berpenghuni dan juga ditumbuhi ilalang serta rumput-rumput hijau. Pulau ini sangatlah mudah dikenali, karena terdapat satu bukit di pulau tersebut. Tidak butuh waktu sejam untuk menaklukkan bukit tersebut dan menapakkan kaki di puncak tertingginya. Pulau ini juga memiliki pantai berpasir putih dan juga warna laut yang mampu menyegarkan penglihatan. Selain itu, menurut informasi yang saya peroleh lewat google dikatakan bahwa Pulau Kenawa memiliki keindahan bawah laut yang sangat mempesona. Hal tersebutlah yang membuat saya berpengharapan terlalu tinggi terhadap keindahan karang di Pulau Kenawa, namun faktanya tidaklah seindah yang saya bayangkan. Banyak sekali karang yang hancur dan mati, betapa mirisnya hati ini melihat rumah para sahabatku hancur. Saya kurang tahu penyebab pastinya, namun tetap berharap kepada masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli terhadap keindahan alam yang dititipkan Tuhan tersebut.
Share:

Kamis, 05 Juli 2012

Rencana Single Touring ke Pulau Kenawa dan Pantai Maluk (NTB)

"12 Juli 1988, Aku dilahirkan mamakku"
"12 Juli 2012, Aku berusia 24 tahun"

"Bulan Juli 2012, Aku akan memberikan kado spesial buat diriku yaitu sebuah perjalanan ke Pulau Sumbawa (NTB) ala single traveler"
"Good Luck, Mari Jelajah Indonesiaku" :-)
Haha..Sekedar lucu-lucuan saja. ^_^

Juli 2011 yang lalu, aku memberikan hadiah kepada diri sendiri untuk menyambut hari ulang tahunku yang ke-23. Hadiah yang kuberikan berupa perjalanan ke daerah wisata yang ada di Pulau Jawa, diantaranya adalah Ujung Genteng dan Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu). Perjalanan tersebut sangat berkesan karena merupakan ucapan syukur kepada Tuhan atas perlindungan dan berkat yang telah diberikan-Nya di usiaku yang ke-23. Dan untuk tahun 2012 ini, aku juga akan memberikan penghargaan buat diriku sendiri berupa perjalanan (traveling) ala single traveler. Perbedaannya dengan tahun lalu adalah lokasi perjalanannya, untuk tahun ini aku akan menjelajah tanah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Mengapa memilih Sumbawa? Karena aku membaca mengenai obyek wisata Sumbawa di buku yang diberikan oleh seorang teman dan buku tersebut diperolehnya dari NTB Expo 2012 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara umum buku tersebut berisi informasi mengenai kebudayaan dan pariwisata yang terdapat di Nusa Tenggara Barat. Salah satu obyek wisata yang membuatku tertarik dan penasaran adalah Pulau Kenawa dan Gua Mumber, kedua obyek wisata tersebut berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Setelah mencari informasi lewat google, akhirnya kuputuskan untuk melakukan perjalanan ke Pulau Kenawa dan Pantai Maluk. Alasan memilih Pulau Kenawa adalah karena ketertarikanku terhadap terumbu karangnya yang masih lebat dan bagus. Sedangkan alasan memilih Pantai Maluk karena lokasinya tidak begitu jauh (bagiku) dari  Pulau Kenawa dan menurut temanku keindahannya mengalahkan keindahan pantai - pantai di Pulau Lombok.
Penasaran dengan Pulau Kenawa???
Coba baca dimari aja ya ---->>>  Pulau Kenawa
Rencananya perjalanan ini akan kurealisasikan pada tanggal 14 Juli 2012, tepat dua hari setelah tanggal ulang tahunku. Perjalanan ini akan kulakukan sendirian, walaupun sebenarnya dilema terkait biaya penyeberangan ke Pulau Kenawanya yang lumayan besar. Namun, kerinduan untuk melakukan perjalanan sendirian sangat besar. 

Besar harapan, semoga perjalananku ini berkesan, menyenangkan dan minim akan kendala. hihi.. :-) Dan akan menjadi kado terindah di usiaku yang ke- 24 tahun, mari kita doakan bersama. ^_^

"Panjang umurnya...Panjang umurnya...Panjang umurnya...Serta mulia...Serta mulia...Serta mulia..."
(^_^) ----no cake----- (^_^)

"Selamat menyambut ulang Tahun yang ke- 24, Tuhan Yesus Memberkati"
"Amin" 
Share:

Selasa, 05 Juni 2012

Kupang (Nusa Tenggara Timur) - May Holiday Part 3

"May Day...May Day...May Holiday part 3"
"Aku menapakkan kaki untuk pertama kali di kota Kupang"

Saya mengusung tema "May Day...May Day...May Holiday" di bulan Mei 2012 dan catatan ini adalah sebagian dari kisah perjalananku di bulan Mei. Catatan kali ini berkisah tentang perjalananku di kota Kupang dan merupakan perjalananku yang ketiga di bulan Mei 2012. Setelah sebelumnya ke Bali dan Kalimantan Timur. Perjalananku kali ini bisa dikategorikan cukup lancar dan tidak banyak mendapat masalah.

Minggu, 20 Mei 2012
Bandara Internasional Djuanda, sekitar pukul stengah 6 sore saya sudah berada di bandara tersebut. Pesawatku akan berangkat pukul 18.45 WIB dengan rute Surabaya ke Kupang dan menurut jadwal akan tiba pukul 21.40 WITA. Sebelum melakukan check in, saya makan dulu di Rumah Makan Padang yang ada di bandara. Setelah selesai menyantap nasi telur dan segelas es teh manis, betapa shocknya diri ini melihat harga di struk dengan nilai 28 ribu. "Sompret dah...Mahal juga ya", ya iyalah inikan di bandara, semua barang mahal dan inflasi bisa mencapai 2,5 kali lipat. ckckck.. ya sudahlah, yang penting berat badanku nambah & berharap tambah ganteng. :-D

Pada saat check in, kita juga harus membayar biaya airport tax sebesar Rp 40.000 per penumpang bukan per rombongan apalagi per kampung,ckck...mahal juga yak. Setelah check in, saya menuju ruang tunggu yaitu di Gate 1. Sekitar pukul setengah 7 malam ada pemberitahuan mengenai penerbangan menuju Kupang ditunda sampai dengan pukul 8 malam. "Bah..bisa nyampe jam 12 malam juga di Kupang", tapi ya sudahlah mungkin ada sedikit kendala dengan pesawatnya. Lagian ga ada yang menginginkan penerbangan delay, terkhusus pihak maskapai penerbangan, terkecuali orang yang taksinya kejebak macet pada saat mau ke bandara.haha.. :-D Karena pesawat delay, para penumpang diberi stimulus berupa makanan ringan dan minuman. Kumanfaatkan waktu yang ada dengan mendengarkan lagu - lagu baru bang Sammy Simorangkir, "Kaulah segalanya untukku, kaulah curahan hati ini, bla...bla..." #nyanyi mode ON.

Pukul 20.00 WIB penumpang pesawat Batavia tujuan Kupang dipersilahkan untuk memasuki pesawat. Di pesawat, saya hanya bisa pasrah buat tidur. Mungkin karena sudah kelelahan dengan perjalanan dari Kalimantan tadi pagi. Sekitar pukul 11 malam WITA pesawat sudah mendarat di bandara El Tari Kupang, suasana sudah gelap dan tidak bisa memfoto situasi di Bandara El Tari Kupang. Di luar bandara telah menunggu teman-temanku dan kamipun bergegas menuju penginapan yaitu di Hotel T- More yang tidak begitu jauh dari Bandara El Tari. Setibanya di penginapan, saya melanjutkan tidurku yang sempat tertunda tadi.

Senin - Kamis, 21 s.d. 24 Mei 2012
Dilewatkan saja,. hehe... :-D

Jumat, 25 Mei 2012
Rencananya di hari Jumat ini, saya akan ke rumah makan yang menyediakan makanan khas kota Kupang yaitu Sei Babi. Namun, karena sesuatu hal rencana inipun batal. huft... padahal otak udah ngeres aja tuh mau memborbardir si Sei Babi. Akhirnya kuputuskan untuk mengunjungi Gong Perdamaian Nusantara yang berada di Taman Nostalgia. Info perjalanannya baca disini ya Gong Perdamaian Nusantara di kota Kupang.

Gong Perdamaian Nusantara, Kupang (NTT)

Sabtu, 26 Mei 2012
Dan inilah dia, inti dari perjalananku di kota Kupang. "Aku bebas...bebas...bebas...dan bebas jalan2" haha.. Tepat pukul 11.30 WITA, saya check out dari Hotel T- More dan adek dari sahabatku sudah menunggu di Lobi hotel. Inilah kali pertama aku bertemu si Donis, adek dari sahabatku yaitu si Doni R Lela alias Dolo. Si Doni R Lela ini aslinya orang Flores, tetapi dari kecil tinggal di Kupang dan dengar - dengar dia yang mengontrol perekonomian di Kupang. Wow....Tapi BOHONG. haha.. :-D

Setelah itu kami menuju rumah si Doni R Lela dan bertemu untuk pertama kali dengan mamanya doni sedangkan bapaknya si doni sedang keluar. Setengah jam kemudian terdengar suara berbunyi, "HORAS", ternyata suara bapaknya si Doni dan kubalas juga dengan menyebut "HORAS". Keluarga ini sangat menyambut baik kehadiranku dan keluarga ini juga keluarga yang asyik a.k.a. gaul juga menurutku. Setelah mengobrol - obrol, kutanyakan mengenai tempat membeli buah tangan khas Kupang. Bapaknya doni merekomendasikan toko Sudimampir, yaitu tempat penjualan makanan khas Kupang seperti Sei Babi, sambal Lu at, dan makanan ringan lainnya.

Saya dan Donis menuju toko Sudimampir (perlu ditekankan Doni dan Donis adalah dua orang yang berbeda, Doni itu hitam..ups..salah...maksudku sahabatku :-D sedangkan Donis itu adek dari sahabatku a.k.a. pemandu ketika saya di Kupang). 

Belanja Sei Babi & Sambal Lu'at

Setelah belanja Sei Babi sekilo dan sambal Lu'at sebotol, kami kembali ke rumah dan siap - siap melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Oenesu. 

Sekitar pukul 2 siang, saya dan donis menuju ke Air Terjun Oenesu. Air Terjun Oenesu ini berada di Kelurahan Oenesu (daerah Kupang Barat) dan sekitar 20 km dari kota Kupang. Sekitar 45 menit waktu yang kami tempuh dari rumah sampai dengan lokasi air terjun dengan menggunakan motor "Stiffler"nya si Doni. Untuk memasuki obyek wisata ini, kita harus membayar biaya retribusi Rp 2.000 per orang dan biaya parkir motor Rp 1.000. Kami berada di Air Terjun sekitar 1 jam dan tidak kulewatkan untuk bermandi ria di Air Terjun Oenesu. Secara garis umum, air terjun ini tidak terlalu istimewa dan airnya tidak jernih. Tetapi untuk obyek foto, air terjun ini cukup memuaskan.

Air Terjun Oenesu
A.K.U.

Waktu menunjukkan pukul 5 sore, kamipun bergegas melanjutkan perjalanan kami selanjutnya yaitu Pantai Lasiana. Jarak antara Air Terjun Oenesu dengan Pantai Lasiana sekitar 30 km dan lama perjalanan kurang lebih 75 menit. Tetapi jarak dari kota Kupang ke Pantai Lasiana sekitar 10 km dan bisa ditempuh dengan waktu 15 menit. Sempat terpikir bakalan kemalaman tiba di Pantai Lasiana, namun perkiraan itu terpatahkan oleh realita yang ada dan kami sempat untuk menikmati Sunset di Pantai Lasiana. Suasana pantainya sangat tenang dan tidak begitu banyak pengunjung. Kuabadikan Sunset di Pantai Lasiana menggunakan kamera Canon 1000D. Setelah puas di Pantai Lasiana, kamipun kembali ke rumah dengan kondisi matahari sudah kembali ke peraduannya.

Sunset di Pantai Lasiana, Kupang.

Minggu, 27 Mei 2012
Sudah tiga minggu berturut - turut saya tidak beribadah di Gereja dan begitu juga dengan minggu kali ini. "Maafkan hambamu ini Tuhan", tetapi setiap kali melakukan perjalanan saya pasti meminta perlindungan pada-Nya. Selama diperjalanan juga saya selalu berdoa supaya perjalananku lancar dan saya diberi kesehatan.

Pukul 09.00 WITA, saya dan donis berangkat ke bandara untuk melakukan checkin dan ternyata khusus untuk checkin lebih dari 3 jam harus dilakukan di kantor pusat Garuda yang ada di kota Kupang. Setelah melakukan checkin buat penerbanganku nanti siang, kami melanjutkan perjalanan ke Gua Kristal a.k.a. Crystal Cave. Obyek wisata yang satu ini menjadi incaran utama dari perjalananku kali ini, karena saya sangat terkagum - kagum ketika melihat foto yang ada di google.

Gua Kristal ini berada di daerah Bolok dan jaraknya dari kupang sekitar 20 km dengan jarak tempuh 45 menit perjalanan. Saya dan Donis menggunakan motor "Stiffler"nya Doni, Donis selaku pemandu tidak tahu dimana lokasi persisnya Gua Kristal ini. Namun Donis tahu daerah dimana gua tersebut berada yaitu Bolok. Kamipun menuju Bolok dan petunjuk selanjutnya yang saya peroleh di google adalah letak guanya tidak jauh dari Kantor Polisi Perairan (Polair) Kupang. Akhirnya kami menemukan Kantor Polair dan menanyakan lokasi Gua Kristal, ternyata letaknya tidak jauh dari kantor tersebut. Sekitar 30 meter sebelum kantor Polair, kita harus belok ke kiri menuju semak - semak dan perhatikanlah jejak kaki yang ada. Kami juga mengandalkan jejak kaki yang ada, karena tidak ada papan informasi mengenai letak Gua Kristal tersebut. Kamipun sempat salah jalan, namun akhirnya menemukan treking yang benar dan tibalah kami di pintu masuk Gua Kristal.

Kata pertama yang kudengar dari mulut Donis, "Angker nih", haha... pernyataan Donis tersebut memang tidak salah, karena memang kondisi guanya gelap, hening, dan bikin jantung cenat - cenut. :-D Tapi justru ini yang membuat tempat ini menarik bagiku, saya menemukan sesuatu yang baru. Didasar kelihatan air berwarna biru dan bening, "Wow...indah sekali tempat ini". Akhirnya saya dan Donis turun ke bawah, walaupun awalnya dia tidak mau. Betapa indahnya tempat ini, air berwarna biru, bening dan transparan seperti kristal. Tidak berlebihan rasanya jika saya begitu mengagumi Gua Kristal ini dan kuputuskan untuk berenang di genangan air berwarna biru tersebut. Rasa airnya Payau alias ada rasa sedikit asin dan tawar. Nikmat rasanya berenang sendirian disini, serasa milik sendiri saja, bersih, tenang, sejuk dan nyaman yang kurasakan saat itu.

Genangan air biru di Gua Kristal
A.K.U.

Alarm HPku berbunyi, itu tandanya sudah pukul 11.00 WITA. Kami harus bergegas kembali ke rumah, karena pesawatku berangkat pukul 13.30 WITA menuju Denpasar. Setibanya di rumah, saya langsung mandi dan bersiap - siap untuk berangkat. Sebelum berangkat ke bandara El Tari, mama doni sudah menyajikan Sei Babi sebagai hidangan makan siang. Kusantap dengan lahap yang ada di meja sampai lupa diri, sambalnya kuhabiskan sendirian. haha... Selesai makan, sayapun mengucapkan banyak terima kasih kepada mama Doni yang telah mau menampung selama 2 hari.hihi.. "Terima Kasih mama Don".

A.K.U. bersama Mama Doni.
Saya dan Donis berangkat menuju Bandara El Tari Kupang menggunakan motor "Stiffler" nya Doni. Sayapun mengucapkan banyak terima kasih kepada Donis, kalau tidak ada dia pastinya perjalanan saya tidak selancar ini. "Terima Kasih Donis, semoga kau membaca tulisan beta". Pukul 13.00 WITA pemberitahuan untuk memasuki pesawat sudah kedengaran, pesawat yang akan kunaiki segera berangkat.

Bandara El Tari, Kupang (NTT).
Pesawat yang kutumpangi.
Pulau Lombok tampak dari atas.
Demikianlah catatan perjalanan singkatku selama di kota Kupang alias si kota Karang. 


"Mari Jelajah Indonesia kita, kenali daerah - daerah lain yang ada di Indonesia"




Share:

Selasa, 29 Mei 2012

Gong Perdamaian Nusantara, Simbol Perdamaian Bangsaku

Gong Perdamaian Nusantara, Kupang (NTT)

Bhineka Tunggal Ika, semboyan yang sudah diajarkan ketika saya duduk di bangku sekolah dasar. Ketika SD yang saya tahu Bhineka Tunggal Ika artinya Berbeda - beda tetapi tetap satu, tetapi saya belum menyadari betapa dalamnya makna dari semboyan tersebut. Sekarang mata dan logika saya mulai memahami makna sebenarnya dari semboyan tersebut. Indonesiaku ini terdiri dari beribu - ribu pulau, setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dan karakteristik manusianya juga berbeda. Apa jadinya bila nenek moyang kita tidak menyuarakan semboyan Bhineka Tunggal Ika ini? Mungkin negara Indonesia tidak seluas saat ini atau bahkan Negara Indonesia tidak ada di muka bumi ini.

Semboyan Bhineka Tunggal Ika mengajak kita untuk tetap bersatu ditengah perbedaan yang ada dan juga mengajarkan pada kita bahwa sebenarnya perbedaan itu indah, perbedaan itu adalah Indonesia, Bumi dimana kita berpijak sekarang. Perbedaan agama, suku, budaya, maupun pemikiran bukanlah sebagai hambatan bagi kita, tetapi bisa menjadi alat pemersatu bangsa.

Gong Perdamaian Nusantara tepat di depan Gedung Keuangan Negara



Perjalananku kali ini telah mengantarkanku ke ibu kota Nusa Tenggara Timur yaitu Kupang. Sudah cukup lama saya berkhayal mengunjungi kota Kupang ini dan akhirnya kesampaian juga.Ketika melintasi jalan utama El Tari, mataku tertuju pada gong berwarna emas yang tergantung ditengah - tengah taman kota. Ternyata gong tersebut adalah Gong Perdamaian Nusantara dan merupakan simbol perdamaian antar umat beragama, suku, dan masyarakat yang ada di Indonesia. Lokasi Gong Perdamaian Nusantara ini tepat berada di depan Gedung Keuangan Negara (gedung tertinggi di Kupang) dan berjarak sekitar 7 km dari Bandara El Tari (10 menit perjalanan dari bandara).

Peresmian GPN - 8 Februari 2012
View Taman Nostalgia diambil dari atas Gedung Keuangan Negara
Siang itu di kota Kupang, terik matahari sungguh sangat menyengat kulitku yang agak eksotis. Niatan untuk berkunjung ke Gong Perdamaian Nusantara mampu menghapus seluruh asa yang kualami saat itu. Gong Perdamaian Nusantara ini terletak di Taman Nostalgia, Kupang (Nusa Tenggara Timur). Gong Perdamaian ini diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 8 Februari 2011. 

Simbol - simbol di Gong Perdamaian Nusantara

Apabila kita memperhatikan gambar Gong Perdamaian Nusantara, maka terdapat beberapa simbol yang tidak asing lagi bagi kita. Gong Perdamaian Nusantara ini terdiri dari lima lapisan, diantaranya adalah :
  1. Lingkaran Luar
    Pada lingkaran luar ditampilkan logo Kota dan Kabupaten seluruh Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa seluruh lapisan masyarakat Indonesia mendukung gerakan perdamaian.
  2. Lingkaran Tengah
    Pada lingkaran tengah ini ditampilkan logo 33 Provinsi yang ada di Indonesia.
  3. Lingkaran Dalam
    Pada lingkaran dalam terdapat tulisan Gong Perdamaian Nusantara, yang merupakan simbol perdamaian masyarakat Indonesia. Selain itu terdapat bunga di kiri dan kanan, yang merupakan simbol keseimbangan kehidupan yang indah dan damai. Terakhir terdapat tulisan Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa, dengan adanya gong ini maka diharapkan perbedaan bukan lagi sebagai halangan melainkan sebagai alat pemersatu Bangsa.
  4. Lingkaran Inti
    Pada lingkaran Inti terdapat lima simbol Agama yang diakui di Indonesia yaitu Kristen, Islam, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghuchu.
  5. Lingkaran Puncak  
    Pada lingkaran Puncak
    terdapat Peta NKRI sebagai simbol bentangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada dipuncak peradaban bangsa tertinggi.
Perdamaian itu memang indah, Gong Perdamaian Nusantara ini janganlah hanya sebagai simbol semata. Mari kita wujudkan rasa cinta dan saling menghormati perbedaan yang ada disekitar kita, dengan demikian tidak ada lagi perpecahan yang mengatas namakan perbedaan. Tetapi terjalin keharmonisan antar sesama karena perbedaan yang ada.

Bagaimana, Anda tertarik untuk mengunjungi Gong Perdamaian Nusantara dan mengaplikatifkan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat? Kunjungilah Gong Perdamaian Nusantara ini di kota Kupang, fasilitas bermain cukup tersedia di taman Nostalgia. Kita bisa memanfaatkan waktu buat bermain bersama keluarga, sahabat ataupun kekasih.

Saran bagi yang mau mengunjungi Gong Perdamaian Nusantara :
  1.  Apabila Anda dari bandara, bisa menggunakan jasa ojek dengan tarif Rp 20.000;
  2. Gunakanlah Bemo (sebutan angkot di Kupang), banyak sekali bemo yang melewati taman Nostalgia ini karena lokasinya yang strategis;
  3. Lokasi Gong Perdamaian Nusantara berada di Taman Nostalgia (jalan El Tari) dan tepat berada di depan Gedung Keuangan Negara (gedung tertinggi di Kupan);
  4. Sebaiknya datang di pagi hari atau sore hari, karena siang hari sangat terik dan panas;
  5. Malam hari Taman Nostalgia ini menjadi tempat nongkrong favorit para kaula muda kupang dan herannya di malam hari tidak ada penerangan di taman tersebut. kenapa jadi tempat nongkrong favorit? haha... :-D
So... mari berkunjung ke kota Kupang alias si kota Karang dan nikmati liburanmu di kota ini dengan mengujungi Gong Perdamaian Nusantara si simbol perdamaian Bangsa Indonesia.

"Happy Traveling, Mari Jelajah Indonesia kita"


Share:

Tips Mencuci Pakaian ala Backpacker

Sebutan Backpacker berawal dari para pejalan (traveler) yang berpetualang menggunakan ransel (backpack). Di dalam ransel tersebutlah segala perlengkapan yang dibutuhkan pada saat traveling. Pada awal – awal saya melakukan perjalanan, biasanya saya selalu membawa ransel ukuran 60 liter. Didalamnya terdapat tenda, alat memasak, pakaian yang banyak, dll. Belakangan saya berpikir, hal itu bukanlah sesuatu yang praktis, simpel dan efisien. Pada tahun 2012 saya memutuskan untuk membeli Daypack Deuter ukuran 28 liter. Berawal dari situlah saya mulai belajar melakukan perjalanan dengan perlengkapan seefektif dan seefisien mungkin.

Perlengkapan wajib yang harus kita persiapkan ketika kita mau traveling adalah pakaian. Membawa pakaian yang berlebihan bukanlah keputusan seorang Smart Traveler. Oleh karena itu, bawalah pakaian secukupnya, misalnya untuk perjalanan seminggu saya akan mempersiapkan 3 kaos, 2 celana pendek, 1 celana panjang (tergantung kondisi) dan 4 pakaian dalam. Bagaimana bisa mungkin pakaian sejumlah itu bisa dipergunakan untuk perjalanan seminggu, apakah 1 kaos digunakan untuk 2 hari? Kalau Anda masih peduli dengan orang di sekitarmu (#BB - Bau Badan mode On haha..:-D), mungkin itu bukanlah solusi yang tepat. 

Solusi terbaik yang harus kita lakukan adalah, mencuci segera pakaian yang telah dipakai seharian dan biasanya saya melakukannya di malam hari. Adapun langkah - langkah yang harus kita lakukan adalah :
  1. Rendam pakaian di Wastafel
    Rendamlah terlebih dahulu pakaian kotor Anda menggunakan deterjen/ shampo, apabila tidak memiliki deterjen bisa diakali menggunakan shampo. Biarkan selama 30 menit di dalam wastafel. Apabila Anda menginap di tempat yang tidak memiliki wastafel, bisa diakali dengan merendam pakaian di dalam kantung plastik atau ember.
Share:

Rabu, 11 April 2012

Gili Nanggu dan Gili Kedis si "Aquarium Alam"

Pulau Lombok yang terletak di Nusa Tenggara Barat dan bertetangga dengan Pulau Bali, merupakan wilayah yang memiliki keindahan alam yang sangat komplit dan eksotis. Walaupun Pulau Lombok belum setenar Bali, namun bagi saya keindahan alamnya masih lebih unggul dibandingkan Bali. Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat juga tidak tinggal diam untuk memajukan potensi pariwisata yang dimiliki, beberapa tahun belakangan ini pemprov NTB menyuarakan “VISIT LOMBOK & SUMBAWA”. Pemerintah provinsi NTB pastinya menyadari potensi wisata yang ada di Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Lombok, akan mampu meningkatkan penerimaan daerah ataupun meningkatkan penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Hal ini terbukti dengan semakin banyak wisatawan dalam negeri dan mancanegara yang mengunjungi daerah-daerah wisata yang ada di Pulau Lombok.

Pulau Lombok ini terkenal dengan keindahan lautnya yang biru, pantai pasir putih,  dunia bawah lautnya, air terjun dan juga gunungnya. Hobby traveling telah membawaku ke beberapa obyek wisata yang ada di pulau Lombok ini, baik itu obyek wisata yang sudah terkenal ataupun masih dalam proses untuk jadi terkenal. Apabila Anda mau berlibur, maka Pulau Lombok adalah salah satu pilihan terbaik untuk menjalani liburan Anda baik bersama keluarga, kekasih, ataupun sahabat. Oleh karena itu saya akan memberikan informasi mengenai obyek wisata yang wajib Anda kunjungi apabila berlibur ke Pulau Lombok dan informasi serta foto yang akan saya paparkan merupakan pengalaman pribadi.

Salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi di Pulau Lombok, yaitu :

Gili Nanggu dan Gili Kedis
Gili Nanggu dan Gili Kedis merupakan pulau-pulau kecil yang berada di barat daya pulau Lombok, sebenarnya ada dua pulau lagi yang berdekatan dengan kedua pulau tersebut yaitu gili Tangko dan gili Sudak. Gili-gili tersebut berada di desa Batu Kijuk (daerah Sekotong Barat) dan berjarak sekitar 25 Km dari kota Mataram. Satu hal yang perlu diketahui adalah tidak ada angkutan umum masyarakat dengan rute Mataram ke desa Batu Kijuk, jadi alternatif untuk menuju desa tersebut adalah menggunakan Taksi ataupun menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Lama perjalanan yang akan ditempuh dari mataram ke desa Batu Kijuk  adalah sekitar 1 jam (asumsi kecepatan kendaraan 60 km/jam), sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang ke gili-gili tersebut sekitar 20 menit. Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, maka kita harus menyewa perahu nelayan seharga Rp 200.000 seharian.
Share:

About me

About Me

Catatan Perjalanan Keliling Indonesia dan berbagi informasi tentang obyek wisata di Indonesia.

Read More

Total Pengunjung Blog

Labels