Kamis, 20 Oktober 2011

Solo Traveling ke Ujung Genteng & Curug Cikaso

Muara Cipanarikan - Ujung Genteng
Perjalanan kali ini merupakan hadiah ulang tahun buat diriku, karena pada tanggal 12 Juli 2011 nanti merupakan ulang tahunku yang ke-23.  Saya ingin memberikan penghargaan buat diri sendiri atas apa yang sudah saya lakukan selama 23 tahun ini. :-) Jadi rencananya setiap weekend di bulan Juli akan saya isi dengan menjelajah Indonesia.

Hadiah ulang tahunku yang pertama adalah Jelajah Indonesia ke Ujung Genteng. Ujung Genteng ini terletak di selatan provinsi Jawa Barat dan lebih tepatnya di Kabupaten Sukabumi. Kenapa disebut Ujung Genteng? Mungkin karena posisinya di paling ujung jawa barat.hehe…:-P Ketertarikanku terhadap Ujung Genteng ini adalah karena Ujung Genteng ini menyimpan kekayaan alam yang begitu indah yaitu pantai-pantainya yang indah dan digulungi oleh ombak-ombak. Selain itu di Ujung Genteng juga terdapat pusat penangkaran penyu hijau terbesar di Jawa Barat yaitu di Pantai Pangumbahan. Jadi di penangkaran penyu ini kita bisa melihat proses pelepasan tukik-tukik (anak penyu) ke laut lepas dan kita juga bisa melihat penyu-penyu liar yang akan mengeluarkan telurnya di pantai Pangumbahan. Bukan hanya itu,  bila Anda mau melakukan kegiatan surfing maka Anda boleh berkunjung ke daerah Ombak tujuh. Ada dua cara apabila kita mau ke ombak tujuh yaitu menyewa kapal nelayan atau bisa juga melalui darat dengan menyusuri hutan (harus menggunakan guide).

Jumat, 8 Juli 2011
Perjalanan saya berawal dari kota Bandung, sekitar pukul 7 malam saya sudah berada di perempatan pasir koja menunggu bus tujuan Sukabumi. Lima belas menit kemudian, bus tujuan Sukabumipun muncul dan sayapun langsung naik ke dalam bus tersebut. Beberapa saat kemudian si kernetpun meminta ongkos ke setiap penumpang dan ongkos bus AC Bandung – Sukabumi adalah Rp 21.000 (kondisi di bulan Juli 2011). Kuambil HPku dan kupasang lagu-lagu Andrea Bocelli yang akan menemaniku selama 3,5 jam di perjalanan. Tidak terasa saya udah nyampe di Sukabumi dan langsung saja kucari ojek yang akan mengantarkanku ke rumah saudaraku. Terjadilah negoisasi yang alot antara calon penumpang dengan mang ojeknya dan akhirnya diperoleh harga kesepakatan sebesar Rp 10.000 dari Rp 15.000 yang ditawarkan oleh bang ojek.hehe… Setibanya di rumah saudaraku, langsung disambut oleh inangudaku (tanteku) dan ternyata bapa udaku (omku) tidak ada dirumah karena terkait pekerjaan. Setelah mengobrol-ngobrol dengan inangudaku sekitar sejaman, akupun ke kamar untuk mengistirahatkan diri. :-)

Pengeluaran : 
Makan malam                              :  Rp 10.000
Angkot ke pasir koja                  :  Rp 2.000
Ongkos Bus ke Sukabumi         :  Rp 21.000
Ojek                                              :  Rp 10.000
Total Pengeluaran                    :  Rp 43.000

Tips dan Saran :
  • Apabila Anda berangkat dari Bandung, sebaiknya menunggu busnya di perempatan Pasir Koja saja karena kalau naik dari terminal Leuwi panjang relatif lebih lama menunggu busnya berangkat.
  • Tarif bus dari Bandung ke Sukabumi adalah Rp 21.000 (AC) dan Rp 17.000 (non-AC).
  • Lama perjalanan sekitar 3 s.d. 4 jam, tergantung busnya dan biasanya bus non-AC relatif lebih lama. :-)
Share:

Selasa, 11 Oktober 2011

Rafting Perdana di Sungai Cicatih (Sukabumi)

Sabtu, 8 Oktober 2011
Alarm di hpku berdering dan itu tandanya sudah jam 5 pagi. Wah..sabtu ini saya harus bangun lebih pagi, karena hari ini saya dan rekan-rekanku akan melakukan perjalanan ke Sukabumi. Sesuai dengan kesepakatan kemarin, kami akan berkumpul di halte Pusdiklat Pajak (Kemanggisan) pukul 06.45 wib. Setelah berbenah diri dan packing ala kadarnya, sayapun berangkat menuju halte Pusdiklat Pajak pukul 06.30 wib. Setibanya di halte tersebut, ternyata yang ada disitu hanya ada kasbi beserta sepupunya dan sepupunya sepupu si kasbi (bingung kan??) haha… :-D Sembari menunggu teman-teman yang belum datang, sayapun menyempatkan diri sarapan bubur ayam seharga Rp 6.000. Sekitar pukul tujuhan, seluruh pesertapun sudah hadir di halte dan jumlahnya 16 orang.  Pukul setengah delapan pagi kamipun berangkat menuju Sukabumi dengan menggunakan dua mobil Avanza (carteran).
Sebelum keberangkatan
Mobil yang kami tumpangipun melaju meninggalkan pusdiklat pajak. Kuperhatikan di sekelilingku dan ternyata pagi ini Jakarta sedang mendung. Sekitar satu jam di perjalanan, akhirnya hujanpun datang dan membasahi kota Jakarta. Pada saat itu sayapun berharap semoga di Sukabumi juga hujan, alasannya adalah supaya debit air di sungai Cicatih semakin besar dan pastinya pada saat raftingnya lebih seru. :-)
Share:

Sabtu, 01 Oktober 2011

Backpacking ke Pulau Tidung

Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
Jumat, 18 Maret 2011
Mendung tidak berarti hujan, itulah perumpamaan yang diajarkan oleh guru SDku dulu untuk memotivasi seluruh muridnya yang imut-imut.hehe... Awalnya perumpamaan tersebut terlintas dipikiranku, karena melihat kondisi kota Bandung yang mulai gelap padahal masih jam 4 sore. Selama setengah jam keampuhan perumpamaan itu tertanam dalam pikiranku, hingga akhirnya rintik-rintik hujanpun berduyun-duyun membasahi kota Bandung. Setengah jam kemudian tepatnya sekitar pukul 5 sore, awan hitam mulai berpindah posisi ke tempat lain dan diiringi rintik-rintik hujan yang semakin sedikit. Tidak kusia-siakan momen ini , saatnya aku harus mempersiapkan diri dan segera kuambil ranselku (backpack) kemudian beranjak dengan menenteng ransel (backpack) di pundakku. Sudah hampir dua bulan tidak merasakan sensasi seperti ini, menenteng ransel yang segede ini.hehehe…:-)

Baru beberapa meter melangkah, temanku langsung berucap “Ces…lu jadi ke tidungnya??” dengan wajah terkejut dan heran saya memandang wajahnya yang memang terheran-heran juga melihatku. “Emang kenapa bro??” tanyaku, “lu..ga lihat tu di TV, lagi ada tsunami di Jepang” Jawabnya. “Seriuslah???” hanya kata itu yang terucap dari mulutku, mendengar kabar itu langsung saja aku ga konsen lagi dan mulai gelisah. Namun hatiku berkata “masa ke tidungnya batal lagi”, soalnya minggu lalu aku batal ke tidung karena kata teman cuaca di tidung lagi kurang mendukung. Tetapi akhirnya aku memutuskan “Hari ini aku ke Jakarta”. Yang terpikirkan olehku pada saat itu adalah aku harus jalan – jalan (traveling), karena emang kondisinya lagi pengen menjelajah indonesiaku ini. Kalau emang cuaca di tidung tidak bersahabat, aku akan beralih ke plan B yaitu menjelajah di sekitar Jakarta. Intinya harus traveling dan keluar dari kota Bandung ini.hehe…:-P

Keputusan telah diambil, saatnya beranjak dari kota Bandung menuju Jakarta. Disinilah awal perjalananku dimulai, akupun menuju gerbang tol pasir koja dan pastinya numpang naik motor teman (gratis) ^_^. Dari gerbang tol pasir koja aku naek bus ekonomi non- AC jurusan Bandung – Bekasi (20 ribu) dan ternyata bus sudah penuh yang berdampak pada tidak tersedianya lagi tempat untuk merebahkan pantatku ini.haha..:-D
Share:

About me

About Me

Catatan Perjalanan Keliling Indonesia dan berbagi informasi tentang obyek wisata di Indonesia.

Read More

Total Pengunjung Blog

Labels