Kamis, 18 Agustus 2011

Meloncat dari Jembatan Cinta Pulau Tidung + Ekpresi kocak

Ini adalah pengalamanku pada saat backpacking ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Pulau Tidung  ini merupakan bagian dari kepulaun seribu dan terkenal dengan jembatan  "Cinta"nya yaitu jembatan yang menghubungkan Pulau Besar dengan Pulau Kecil yang terdapat di pulau Tidung. Jadi banyak pengunjung yang sangat tertarik untuk meloncat dari jembatan Cinta ini. Ketertarikan ini biasanya muncul karena banyak alasan misalnya ingin menguji adrenalin, biar kelihatan jagoan, biar dapat foto keren yang bisa dijadikan PP di Facebook (haha..), atau bahkan biar kelihatan keren di depan sang kekasih (hihi..) Akupun tertarik untuk mencoba loncat dari Jembatan Cinta yang sangat fenomenal ini dengan didorong oleh hasrat yang tinggi untuk mendapatkan hasil foto yang "keren".hehehe...:-)
Semakin bergejolak hasrat untuk meloncat setelah melihat pengunjung  lain yang meloncat kegirangan dan bahkan ada yang berulang-ulang meloncat dari jembatan Cinta tersebut. Sekilas  aktivitas meloncat ini  bukanlah merupakan hal yang seram alias gampang, namun kenyataannya (hmm...). Sesaat aku sudah berada diatas jembatan cinta dan sudah dalam posisi mau loncat, tiba-tiba saja jantung ini berdegup kencang dan agak ragu untuk meloncat karena ternyata tinggi juga.hehe... Sekitar 60 detik aku mempertimbangkan untuk melakukan "Jump ala Bonces" haha...hingga akhirnya kuputuskan untuk Loncat, demi  mewujudkan impianku yaitu memiliki foto loncat dari Jembatan cinta. Kakakku sudah siap untuk melakukan pemotretan diriku..hehehe...:-) Dan akupun memberikan aba-aba..satu...dua...tiga...(akupun loncat). Dan inilah gambar dan ekspresi wajahku...hahaha..."ASLILAH"..:-p
Share:

Selasa, 16 Agustus 2011

Solo Traveling ke Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep (Lombok Utara)


Sabtu, 13 Agustus 2011
Berangkat pukul 10.00 WITA dari kota mataram menuju Air Terjun Sendang Gile & Tiu Kelep. Aku berangkat dengan motor mio biru yang kupinjam dari mas edi, alasannya adalah karena transportasi umum menuju Air terjun sangat sulit. Ada dua jalur untuk mencapai Air terjun Sendang Gile & Tiu Kelep yaitu lewat jalur Senggigi dan Monkey forest. Kalau kita berangkat dari mataram menuju air tejun melalui jalur senggigi, maka jarak tempuhnya adalah 120 km tapi kita akan disuguhi pemandangan laut biru khas lombok serta pantainya yang landai. Sedangkan kalau lewat Monkey forest jarak tempuhnya 90 km dan akan melewati jalur pegunungan yang berkelok – kelok disertai pepohonan yang banyak dihuni oleh para monyet.
PETA PERJALANANku KE AIR TERJUN TIU KELEP
Keterangan Gambar :
1. Jalur Merah + Hijau  =  Jalur Keberangkatan
2. Jalur Hijau + Biru      =  Jalur Pulang
Dari mataram saya melewati jalur Monkey Forest dan tujuan saya adalah ingin melihat monyet – monyet liar yang ada di daerah pusuk. Sekitar 20 menitan mengendarai si mio biru, akupun tiba di daerah pusuk dan ternyata sudah ada beberapa bule yang sedang asyik memberi makan monyet – monyet. Kuambil kamera dan kufoto tingkah para monyet – monyet liar itu, disaat aku sedang asyik memfoto monyet – monyet tersebut ternyata ada seekor monyet yang langsung mengambil botol air minum yang ada di tasku. Sontak aku langsung terkejut dan melihat ke belakang ternyata si monyet nakal itu sudah mengambil minumanku. Sang monyet nakalpun langsung meminum airnya dan akupun tak mau menyia – nyiakan kesempetan itu, kuambil kamera dan kujepret si monyet yang sedang asyik menikmati minuman hasil rampasannya. “Dasar MONYET......” hahaha... :-D
Rombongan monyet liar di Pusuk
Tersangka yang mencuri air minumku. :-)

Share:

Sabtu, 06 Agustus 2011

Solo Backpacker ke Kawah Ijen & Tanjung Papuma (Part 1)

Danau Belerang, Kawah Ijen
Pemberitahuan cuti bersama yang sangat tiba-tiba, membuat saya dilema. Penyebabnya adalah minggu lalu saya baru saja melakukan perjalanan ke Pulau Sempu (Malang) dan dana buat melakukan perjalanan juga semakin menipis. Namun hasrat untuk melakukan perjalanan lebih besar ketimbangan pertimbangan dana tadi. Akhirnya kukatakan dalam hati, “aku akan backpackeran” dan tidak mau menjalani liburan panjang ini di kosanku. Nah, kebingungan selanjutnya adalah mau pergi ke Karimunjawa (Semarang) atau Kawah Ijen (Bondowoso-Banyuwangi). Sejujurnya pada saat itu saya sangat ingin ke Karimunjawa, karena pada dasarnya saya emang lebih senang ke pantai (laut) dan juga karena sudah melihat foto-fotonya serta membaca pengalaman orang–orang yang sudah pernah kesana. Namun karena keterbatasan dana yang kumiliki, akhirnya saya memilih backpackeran ke Kawah Ijen. Menurut hitung-hitungan saya, kalau seandainya berangkat dari Bandung ke Karimunjawa minimal saya harus bawah uang Rp 400.000. Sedangkan kalau memilih ke Kawah Ijen, saya hanya habis sekitar Rp 200.000. Karena alasan itulah saya memilih Kawah Ijen. :-)
Share:

About me

About Me

Catatan Perjalanan Keliling Indonesia dan berbagi informasi tentang obyek wisata di Indonesia.

Read More

Total Pengunjung Blog

Labels